7 Pertanyaan Yang Tidak Akan Terjawab
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan sosial masyarakat, orang-orang telah memiliki pengetahuan yang lebih dalam terhadap sejumlah besar hal. Namun terhadap sejumlah soal lainnya hingga sekarang para ilmuwan tetap masih belum dapat memberikan jawaban dan penjelasan.Apakah anjing memiliki rasa humor?
Ilmuwan meneliti inteligensi binatang, mereka semakin mengakui suatu pandangan demikian : perilaku binatang bukan hanya bereaksi secara insting, tapi suatu reaksi bawah sadar, substansi pemikiran mereka membuatnya memiliki kemampuan merasakan suka, marah, sedih dan gembira bahkan rasa humor melalui organ sensornya.Bagaimana asal mula kehidupan?
Kalau anda ingin mempersulit seorang ahli biologi, anda cukup menanyakan bagaimana asal mula kehidupan. Sejak 150 tahun lalu, Darwin terus berpikir dan menurutnya bahwa segala kehidupan di atas bumi berasal dari prebiotic soup. Namun hingga sekarang, kita masih memikirkan asal mula kehidupan ini.Sejumlah ilmuwan menduga, kehidupan berasal dari bawah tanah, atau di sekitar bibir semburan gunung berapi. Sedangkan para ilmuwan lainnya menduga bahwa mikroba tunggal adalah nenek moyang segala makhluk hidup di bumi. Kurang lebih pada 3 miliar tahun lalu, planet Mars saat itu hangat dan lembab, sedangkan bumi hanya sebuah padang pasir yang dingin, mikroba-mikroba tunggal ini terbang ke bumi bersama dengan ledakan batuan di planet Mars. Menurut pandangan ini, berarti kita semua adalah manusia dari planet Mars. Namun hingga saat ini, semua dugaan-dugaan ini belum pernah dibuktikan. Jadi tidak dapat meyakinkan orang. Asal mula kehidupan, besar kemungkinan merupakan misteri yang paling misterius di alam semesta.
Apakah reaksi batin hanya omong kosong?
Sebagian besar ilmuwan mengatakan tidak percaya dengan fenomena abnormal, sebab fenomena-fenomena ini menyalahi prinsip normal dan tidak dapat dijelaskan melalui percobaan. Namun apakah kita bisa mengatakan bahwa terapi kristal (menggunakan energi kristal agar medan magnetis organisme tubuh manusia kembali dalam kondisi seimbang dan reaksi batin itu adalah omong kosong).Namun ketika terapi kristal dan teknik ramalan bintang diyakini hanya sebagai suatu hiburan dan bukan ilmu pengetahuan, lalu bagaimana dengan reaksi batin, terapi akupuntur dan teknik hipnotis? Ini masih perlu diteliti secara ilmiah. Reaksi batin mungkin juga akan dibuktikan sebagai suatu berita burung, siapa tahu? Tidak peduli bagaimana hasilnya, harus berusaha menemukan fakta yang sesungguhnya.
Apa waktu itu?
Jika anda ingin mempersulit seorang fisikawan, tanyakan padanya : Apa itu waktu? sebab kita tidak akan tahu jawabannya.Akan tetapi, ini belum bisa memberitahu kita sebenarnya apa itu waktu. Apakah merupakan sebuah sungai yang mengalir dari masa lampau ke masa depan? Jika ya, lalu sungai apakah itu? Apa yang mendorongnya bergerak dan berdasarkan apa kecepatan arus sungai itu mengalir? Jika waktu adalah sebuah sungai, apakah bisa mengalir ke atas menembus sungai ini? Dan apakah kita bisa sepenuhnya menghentikan arus sungai yang mengalir ini?
Novelis fiksi mengatakan ini memungkinkan. Yang mengherankan kita adalah fisikawan juga beranggapan seperti ini. Sebelum diciptakan sebuah mesin waktu, harus diketahui betul waktu yang sukar diraba dan mudah lenyap dalam sekilas. Hingga terakhir nanti, akan disingkap misteri-misteri yang misterius ini. Namun jika memang demikian, maka dipastikan akan muncul lebih banyak lagi misteri. Mungkin satu-satunya yang layak terhibur adalah apabila kelak kita dapat menyingkap semua misteri dan jika benar-benar terpecahkan, maka segalanya akan menjadi hambar.
Mengapa obesitas dari hari ke hari terus meningkat?
Pada 100 tahun lalu, di dunia nyaris tidak ada satu pun kasus obesitas, selama 100 tahun itu, obesitas telah menjadi krisis yang tiada taranya dalam sejarah penyakit manusia. Jika dikalkulasi menurut situasi saat ini, kita akan semakin kelebihan berat badan.Sejumlah besar ilmuwan yakin bahwa dibalik suburnya obesitas pasti terpendam sebuah misteri yang mendalam. Sejumlah ilmuwan pernah menuturkan obesitas mungkin disebabkan oleh suatu virus atau dapat dijelaskan dengan ilmu genetika.
Apakah manusia bisa awet muda?
Apa kita bisa awet muda? Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Mencegah penuaan merupakan salah satu hal yang paling tidak suka dibicarakan para ilmuwan, sebab ini dapat menimbulkan serangkaian masalah seperti moral dan logika atau hal-hal yang memusingkan kepala.Menurut teori evolusi penuaan, mengapa fungsi tubuh kita mulai mengalami penuaan adalah diperkirakan saat usia 30-50 tahun manusia akan mati karena kedinginan, kelaparan dan mati di mulut harimau buas dan sebagainya. Namun kalau kita tidak bisa hidup begitu lama, kita sama sekali tidak perlu evolusi, untuk menghadapi sakit saat tua nanti. Tetapi ini tidak bisa menjelaskan, dimana ketika kita menjadi tua, perubahan apakah yang telah mengubah lonceng gen sehingga membuat kulit kita menjadi kering, rambut menjadi putih, tulang menjadi rapuh. Hanya setelah kita mengetahui betul apa yang menyebabkan perubahan ini baru memungkinkan mengambil langkah-langkah melawan penuaan.
Namun kita akan menghadapi satu masalah moral, apakah kita bersedia hidup di sebuah dunia yang manusianya tidak akan tua selamanya? Atau dengan kata lain, apakah kita benar-benar bersedia hidup di dunia seperti itu jika hanya sejumlah kecil golongan elit masyarakat yang beruntung baru bisa menikmati perlakuan awet muda ini?
Semenit saya yang lalu apakah sama dengan saya sekarang?
Apakah saya masih sama seperti satu menit yang lalu? Ini kedengarannya seperti sebuah pertanyaan yang sangat aneh. Namun ini adalah satu soal yang paling memusingkan dalam ilmu pengetahuan dan dunia filsafat. Yaitu soal pengakuan jati diri. Dangkalnya, jawabannya jelas adalah sudah pasti, saya adalah orang yang sama pada semenit yang lalu. Namun coba renungkan lagi sejenak.sumber : http://tjiahendra.blog.binusian.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar