.quickedit{ display:none; } Animated  Sparkly Love Heart -->

header

Tampilkan postingan dengan label Spaces. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spaces. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

7 Fenomena di Angkasa

7 Fenomena di Angkasa


1. Moonbows dan Secondary rainbow
Moonbows- Fenomena ini terjadi ketika bulan berada pada titik rendah, bulan memang benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri, bulan “meneruskan” cahaya dari matahari, bila pelangi siang hari terjadi karena pembiasan cahaya matahari, maka pelangi yang terjadi malam hari disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan. Beberapa tempat di dunia sering menampilkan moonbow, salah satunya adalah air terjun Victoria di perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Selain itu, air terjun Cumberland, dekat Corbin, Kentucky di Amerika Serikat juga sering dilaporkan terlihat moonbow disana.
Secondary rainbow- Secondary rainbow adalah pelangi dari radius 51 derajat, kadang-kadang terlihat di luar pelangi primer. Hal ini dihasilkan ketikacahaya memasukkan tetesan awan tercermin dua kali secara internal dan kemudian keluar tetesan itu. Spektrum warna dibalikberkenaan dengan pelangi primer, dengan warna merah muncul ditepi dalamnya. Sebuah pelangi tersier memiliki, untukpengetahuan saya, tidak pernah diamati. Ini harus dalam arahmatahari, tetapi karena akan sangat samar (karena tiga refleksiinternal dalam tetesan air), dan juga dalam kecerahan langit dekatmatahari, hal itu akan hilang dalam silau. Namun, cobalah untuk mencari itu - tidak perlu bila primer cerah dan / atau pelangisekunder terlihat, karena akan di bagian yang sama sekaliberbeda dari langit!

2. Aurora borealis dan Norwegia Spiral
Aurora borealis- Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari). 
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis (IPA /ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.
Norwegia Spiral- Dengan itu batu besar sekitar 2400BC terakhir, metode tujuan dan pembangunan Stonehenge telah lama diperdebatkan. Manusia umumnya diterima membangun monumen yang sebenarnya, seperti comparably batu besar telah didirikan di zaman modern menggunakan alat primitif. Namun, teori Astronaut Kuno mengklaim bahwa posisi batu mengkonfirmasi kemampuan kuno untuk memprediksi gerhana. Ini berarti kemampuan orang dahulu memiliki pengetahuan tentang node lunar - dua titik di ruang di mana orbit Bumi memotong orbit bulan. Pengetahuan ini tidak akan mungkin tanpa pengaruh luar angkasa - atau oleh generasi studi cerdik yang terus menerus diturunkan dan ditingkatkan. Ilmu pengetahuan modern jelas cenderung kepada yang kedua, namun ada kemungkinan bahwa para ilmuwan juga disebabkan terlalu banyak astronomi arti penempatan batu.

3. Awan necreous dan Awan morning glory
Awan necreous- Awan ini jarang kita lihat, kadang-kadang disebut awan ibu mutiara, berada di ketinggian 15 - 25km (9 -16 mil)di stratosfer dan jauh di atas awan troposfer. Mereka memiliki warna yang bervariasi tetapi bukan sembarang warna. variasi warna ini dibentuk dari bias cahaya matahari. Awan ini sebagian besar terlihat di daerah kutub dan di musim dingin di lintang tinggi, Skandinavia, Alaska, Kanada Utara. untuk tingkat warni awan rendah dapat dilihat di mana saja. Awan Nacreous bersinar terang di bawah sinar matahari di dataran tinggi selama dua jam setelah matahari terbenam atau sebelum fajar.
Cloudstreetsairplane
Awan morning glory- Formasi awan ini sangat jarang ditemui (memiliki tinggi sekitar 100-200 meter) dan hanya dapat diprediksi dalam satu tempat tertentu di bumi, tetapi dapat terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia. Awan ini diklasifikasikan sebagai jenis awan roll. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka terbentuk di daerah dengan kelembaban yang tinggi tetapi tidak diketahui dengan pasti apa yang membentuk awan ini.

4. Supermoon
Supermoon- Supermoon' adalah suatu fenomena alam di mana bulan berada pada titik terdekat dengan bumi. Fenomena Supermoon ini merupakan peristiwa langka yang terjadi setiap 18 tahun sekali ini, membuat bulan menjadi tampak lebih gemuk dari biasanya.

5. Halo matahari dan Lidah api matahari 
Halo matahari– seperti pelangi, Halo terbentuk mengelilingi matahari karena embun/uap lembab (dalam hal ini kristal es) yang dibiaskan dari sinar matahari di atmosfer bagian atas. Terkadang dua atau beberapa area di dalam lingkaran atau busur sekitar matahari akan terlihat lebih terang, membentuk sesuatu yang disebut Sun Dogs. Halo dapat juga terbentuk mengelilingi Bulan, dan terkadang mengelilingi bintang-bintang terang dan planet-planet, seperti Venus.
Lidah api matahari- Lidah api di matahari atau juga disebut prominensa merupakan bagian matahari yang sangat besar, terang, yang mencuat keluar dari permukaan matahari, seringkali berbentuk loop (putaran). Tanggal 26-27 September 2009 lalu, wahana ruang angkasa (Stereo A dan Stereo B) yang khusus memantau matahari merekam fenomena selama 30 jam ini.
Prominensa biasanya menjulur hingga ribuan kilometer; yang terbesar yang pernah diobservasi terlihat pada tahun 1997 dengan panjang sekitar 350.000 kilometer - sekitar 28 kali diameter bumi. Massa di dalam prominensa berisikan material dengan berat hingga 100 miliar ton.

6. Belt of vinus dan Green ray
Belt of vinus- Belt of Venus (nama dewi Venus Romawi) adalah batas berwarna merah muda kecoklatan yang memisahkan berkas bayangan bumi  yang berwarna gelap, dengan langit di atasnya. Belt of 
Venus sebenarnya adalah bayangan Bumi yang tampak pada sisi timur atau arah yang berlawanan dengan arah terbenamnya matahari. Fenomena alam ini akan tampak sangat baik ketika suasana langit tak berawan, namun sangat berdebu, khususnya pada saat senja, setelah matahari terbenam. Biasanya terjadi 10 – 15 menit setelah matahari terbenam.
Green ray- Terjadi sesaat sebelum matahari terbenam total, dan setelah matahari terbit. Fenomena yang muncul berupa Green Flash (kedipan hijau) di atas matahari yang umumnya terjadi sangat singkat/sesaat saja. Fenomena ini disebabkan oleh pembiasan cahaya di atmosfer.

7. Meteor lyrids
Meteor lyrids- Rasi bintang asal munculnya “Meteor Lyrids” adalah rasi bintang Lyramemiliki titik pancar dengan intesitas titik pancar tergolong kategori sedang yakni hanya belasan meteor per jam, kendati hanya belasan meteor lyrid yang dipancarkan per jam, sepertinya fenomena keajaiban ini cukup menarik menarik perhatian masyarakat di Indonesia. 
Di Indonesia hujan meteor memang dianggap langka sehingga hujan Meteor Lyrids di Indonesia yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada tanggal 21 dan 22 April 2010 tidak mengherankan jika banyak masyarakat di Indonesia berusaha berebut untuk dapat menyaksikan langsung fenomena keajaiban tersebut. Hujan Meteor Lyrids Hari Jumat 16 April 2010 memang cukup menarik karena 16 April 2010 bertepatan dengan hari Jumat yang kebetulan merupakan hari yang sering terjadinya beberapa kejadian penting termasuk fenoma alam bahkan musibah dan bencana alam di Indonesia. 

Pendapat ahli pun cukup beragam tentang hujan meteor termasuk pendapat ahli tentang hujan Meteor Lyrids namun para ahli tersebut umumnya memiliki kesepahaman pendapat berdasarkan segi proses penyebab terjadinya hujan meteor. Pada dasarnya penyebab hujan meteor Lyrids tidak jauh berbeda dengan penyebab hujan meteor lainnya yakni terjadinya gumpalan “awan meteor” karena bumi sedang berevolusi melewati lapisan sisa debu pada lintasan komet khususnya lintasan "Komet Thatcher", sehingga ketika komet Thatcher mulai mendekat areal matahari, pancaran energi matahari tersebut menguapkan dan menghamburkan gumpalan es dan debu pada inti komet Thatcher yang kemudian membentuk ekor. Partikel dari debu-debu bagian ekor Komet Thatcher yang masih tertinggal di sepanjang lintasan orbitnya tersebut merupakan gugusan meteoroid yang kemudian gugusan meteoroid tadi bisa berpotensi menembus atmosfer dan terbakar di lapisan atmosfer menyebabkan munculnya hujan meteor yang disebut hujan meteor Lyrid di permukaan bumi bila poros bumi mulai melintasi Matahari.

7 Peristiwa Menggemparkan Dunia yang Akan Terjadi di Luar Angkasa

7 Peristiwa Menggemparkan Dunia yang Akan Terjadi di Luar Angkasa

1. Planet Mirip Bumi
Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia. 
Seperti dilansir Telegraph.co.uk, 29 September 2010, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g.  
Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu. 
Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia. 
Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi, Kepler 9. 
Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'.
Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup. 
Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus. 
Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap. 
Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.

2. Badai Matahari 2012 Setara 100 Bom Hidrogen
Setelah 10 tahun 'terlelap' dalam tidur panjangnya, Matahari bangun. Bangkitnya Sang Surya membuat para astronom bersiaga penuh. 
beberapa media Amerika Serikat (AS) memberitakan, Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan 'tsunami Matahari' yang menciptakan fenomena aurora - saat suar Matahari memukul perisai Bumi awal Agustus lalu, hanya permulaan. 
Itu hanya awal dari badai Matahari masif yang berpotensi merusak jaringan listrik dan satelit di seluruh planet Bumi. 
NASA telah menangkis semua pemberitaan itu dengan mengatakan, hal itu bisa terjadi 'dalam waktu 100 tahun atau hanya 100 hari'. Namun astronom Australia mengatakan, komunitas ilmuwan luar angkasa bertaruh badai Matahari bisa datang lebih cepat.
NASA telah mengawasi aktivitas badai di Matahari sejak 2006. Dan berita yang beredar di AS menyebut badai matahari bisa terjadi di tahun bencana yang 'diramalkan'  Hollywood - 2012. 
badai Matahari pada 1859 dan 1921 menyebabkan kekacauan, badai itu memutus jaringan telegram dalam skala yang masif. Dan, badai 2012 diduga lebih berefek negatif. 
Konsensus umum di kalangan para astronom, badai Matahari pada 2012 atau 2013 akan jadi yang terburuk dalam 100 tahun terakhir," kata dosen astronomi dan kolumnis, Dave Reneke, seperti dimuat laman News.com.au, 25 Agustus 2010. 

3. Ancaman Badai Matahari
Misteri badai atau tsunami matahari kini tidak saja menjadi perhatian para peneliti. Pengambil kebijakan di Inggris pun mulai risau dengan fenomena di luar angkasa itu - apakah sedahsyat dengan julukan yang disandangnya (tsunami atau badai) dan bisa mendatangkan malapetaka bagi semua penghuni Bumi. Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox, sampai menggelar suatu konferensi khusus di London pada Senin, 20 September 2010. Pejabat bergelar doktor di bidang medis itu rupanya menganggap serius peringatan dari para ilmuwan - termasuk dari NASA awal tahun ini - bahwa suatu ledakan energi Matahari bisa melumpuhkan Bumi pada 2012. Seperti dilansir harian Telegraph dan The Sun, para peneliti khawatir ledakan besar yang mereka sebut sebagai tsunami matahari itu bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global. Potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet. Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan  mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

4. Bulan Mulai Mengkerut
Bulan, yang merupakan satelit alami bumi, ternyata mengkerut.  Hasil riset terbaru menunjukkan proses itu terlihat dari berbagai retakan pada kerak bulan. Retakan-retakan yang menyebabkan bulan menyusut itu terbentuk karena proses pendinginan selama miliaran tahun. 
Alhasil, diameter benda yang tampak indah dari bumi itu berkurang sekitar 328 kaki atau 100 meter. Tentu saja perubahan ukuran itu tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Diameter bulan sendiri adalah sekitar seperempat dari bumi. 
Peneliti menemukan 14 titik yang diyakini telah menyebabkan kerutan di kerak bulan, dalam bentuk seperti jurang yang curam. Hal itu dijelaskan Thomas R. Watters dari Pusat Pengamatan Bumi dan Planet-Planet dari Museum Antariksa dan Udara Smithsonian, AS. 
Awalnya, peneliti menemukan lereng-lereng curam itu di garis khatulistiwa bulan. Tetapi belakangan, hal itu juga ditemukan di berbagai tempat lainnya. Tebing-tebing curam itu memanjang membentuk suatu kawah kecil yang cenderung menghilang dalam kurun waktu tertentu. Ini menunjukkan lereng-lereng itu terbentuk dalam waktu yang sangat panjang. 

5. NASA Temukan Planet Alien
Badan antariksa Amerika Serikat (NASA)  mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler,  Kamis 26 Agustus 2010. 
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang - seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9. 
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi. 
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama. 
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi. 
Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas. 
Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi. 

6. Asteroid Setara 100 Bom Nuklir Ancam Bumi
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang mempertimbangkan mengirimkan satelit tak berawak ke asteroid yang berpotensi menubruk Bumi. Sasarannya adalah asteroid 1999 RQ36 - yang punya peluang 1:1.000 menabrak Bumi sebelum tahun 2200. Ini tak main-main, meski peluang tak besar, jika asteroid itu menubruk Bumi, kerusakannya setara 100 bom nuklir yang diledakan sekaligus. Berdasarkan analisa orbit asteroid itu, kemungkinan besar asteroid 1999 RQ36 akan menubruk Bumi pada 24 September 2182 -- para ilmuwan ingin mengumpulkan sample batu asteroid untuk membantu memperkirakan lintasannya secara lebih akurat. Jika rencana NASA mendapatkan 'lampu hijau', satelit akan diluncurkan pada 2016 untuk memetakan dan mengumpulkan sampel asteroid - yang lebarnya 1.800 kaki atau sekitar 548,64 meter. NASA telah resmi mengklasifikasikan RQ36 sebagai asteroid 'berbahaya' saat ia melintas 280.000 mil dari Bumi. Dengan jaraknya yang makin mendekat dengan Bumi, asteroid ini lebih terjangkau dari yang lain. Sementara, Clack Chapman, ilmuwan planet di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado mengatakan dampak RQ36 adalah ledakan dahsyat yang menghancurkan. Akan sangat dahsyat, seperti 100 bom nuklir kuat meledak secara bersamaan, menciptakan kawah yang lebarnya sekitar 10 kilometer," tambah dia. Panel pakar yang ditunjuk oleh Presiden, Barack Obama telah menyarankan, program ruang angkasa NASA masa depan harus melampaui Bulan. Ilmuwan lebih menyarankan misi pendaratan ke asteroid -- yang nyata mengancam Bumi. 

7. 

Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal

Observatorium Chandra X-ray milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan bintang 'kanibal' yang doyan melahap tetangganya. Bintang raksasa merah berusia miliaran tahun ini dinamai BP Piscium (BP Psc). Ia diperkirakan menelan bintang yang lebih muda, yang masih bisa dilihat dari sisa-sisanya. 
BP Piscium ini  merupakan versi evolutif dari Matahari yang terletak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi. Bintang itu terletak di konstelasi Pisces. Para ilmuwan mulai mempelajari BP Piscium 15 tahun yang lalu dan dibingungkan oleh penampakannya yang tak biasa. 
Orbit bintang ini berupa piringan atau disk materi berdebu yang biasanya menjadi bukti dari mulai terbentuknya planet di sekitar bintang-bintang baru.
Sementara bintang muda biasanya lahir di dalam klaster bintang, posisi BP Piscium terisolasi. Ini yang membuat para astronom yakin, bintang raksasa merah itu berada di tahap akhir evolusi. Para ilmuwan menyimpulkan, disk materi debu itu terbentuk dari sisa-sisa bintang muda yang baru saja dilahap dan dicernanya. 
Profesor Joel Kastner dari Rochester Institute of Technology, New York mengatakan para peneliti telah menemukan kasus 'kanibalisme bintang' yang langka. Ilmuwan yakin, BP Piscium memangsa tetangganya hanya beberapa saat setelah berkembang menjadi 'raksasa merah'--fase akhir dari evolusi sebuah bintang.
Kerja kami penuh spekulasi,  mengamati bintang, tepat pada titik di mana ia telah menelan bintang yang lain; dan karenanya ia  membentuk disk atau piringan debu," kata Kastner seperti dimuat Telegraph, Kamis, 16 September 2010. "Beberapa materi bintang 'korban' meluncur masuk ke dalam BP Piscium. Yang lain, dilontarkan keluar dengan kecepatan tinggi. Itu yang kami saksikan."
Para ilmuwan bahkan meyakini Bumi suatu saat nanti bisa bernasib sama dengan bintang-bintang malang yang dilahap BP Piscium.

Selasa, 15 November 2011

Lokasi Tabrakan Asteroid di Bumi

Lokasi Tabrakan Asteroid di Bumi

Bayangkan menatap ke langit malam dan melihat sebuah titik kecil, lalu titik tersebut berubah menjadi lebih besar dua kali lipatnya, sampai langit malam terlihat agak terang, lalu anda menyadarinya bahwa titik tersebut ukurannya sebesar sebuah kota, lalu membelah udara malam dengan kecepatan suara datang tepat ke arah anda, BOOM!
Dampak kerusakannya seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus di penjuru bumi dan hilangnya siang hari yang menjadi gelap selama bertahun-tahun, untuk anda yang selamat ia akan membunuh anda pelan-pelan.
Sekarang kita akan melihat kawah terbesar pada daerah-daerah di belahan bumi lain yang pernah tertabrak asteroid, disusun berdasarkan diameter yang ditinggalkan.

Barringer, Arizona, USA

Barringer, Arizona
49.000 tahun lalu batu bintang ukurannya 150 kaki dan berat ± 300.000 ton mengandung nikel dan besi dengan kecepatan 40.000 mil/jam menabrak bumi, hasil dari tabrakan meteor ini dapat dilihat 55 km sebelah timur Flasgaff, Arizona USA dinamakan kawah Barringer. Kawah ini adalah kawah terbaik yang terawetkan hingga sekarang, kekuatan yang dihasilkannya sama dengan letupan TNT 20 juta ton.
Barringer, Arizona, USA
Barringer, Arizona, USA
Hasilnya diameter 148 kaki (45 m) dengan kedalaman 175 m, ditemukan oleh Daniel Barringer pada tahun 1902 untuk pertambangan, sampai dengan hari ini kawah tersebut masih milik keluarga Barringer. Disebut juga Meteor Crater, Coon Butte dan Canyon Diablo.

Bosumtwi, Ghana

Bosumtwi, Ghana
Berada di 30 km sebelah tenggara kota Kumasi, Ghana. Terkenal dengan danau alam Bosumtwi padahal danau tersebut adalah dampak dari tabrakan meteor 1,3 juta tahun yang lalu.
Bosumtwi, Ghana
Diameternya 10,6 km kedalaman 45 m. Hujan yang terus menerus menggenangi bekas tabrakan tersebut membuatnya terbentuk menjadi danau. Kepercayaan penduduk setempat danau tersebut adalah tempat dimana jiwa yang mati untuk menghadapkan kepada Tuhan.

Deep Bay, Canada

Deep Bay, Canada
Deep Bay, Canada
Deep Bay, Canada
Berada di barat daya danau di Saskatchewan, Canada dengan lebar 13 km dan kedalaman 220 m terjadi sekitar 100 juta tahun yang lalu. Dilihat dari strukturnya, memang tabrakan yang sangat dahsyat.

Aorounga, Chad

Aorounga, Chad
Aorounga, Chad
Aorounga, Chad
Aorunga adalah kawasan ketika sebuah meteorit sebesar 1 mil (1,6 km) yang menabrak bumi sekitar 2-300 juta tahun yang lalu, di sebuah daerah di gurun Sahara sebelah utara Chad, Afrika, tabrakan tersebut terjadi kira-kira 1 juta tahun sekali.

Gosses Bluff, Australia

Gosses Bluff, Australia
Gosses Bluff, Australia
Gosses Bluff, Australia
Sekitar 142 juta tahun lalu sebuah komet dengan lebar 22 km menghantam daratan Autralia dengan kecepatan 40 km/detik, dapat disamakan dengan ledakan 22.000 megaton TNT. Hasil yang ditinggalkan cukup mengesankan yakni memiliki diameter 24 km dengan kedalaman 5000 m.

Mistastin, Canada

Mistastin, Canada
Mistastin, Canada
Berlokasi di Labrador, Canada. Danau Mistastin adalah bentuk dari hasil meteorit menabrak bumi. Hasilnya sebuah lubang dengan diameter 28 km di kulit bumi.

Clearwater, Canada

Clearwater, Canada
Clearwater, Canada
Clearwater, Canada
Sekitar 290 juta tahun lalu asteroid kembar menghantam bumi dekat dengan pantai teluk Hudson, Canada. Hasilnya lubang dengan diameter 32 km dari asteroid yang besar dan 22 km dari asteroid yang kecil.

Kara-Kul, Tajikistan

Kara-kul, Tajikistan
Kara-Kul, Tajikistan
Kara-Kul, Tajikistan
Di suatu ketinggian 13.000 kaki (3.900 m) di atas permukaan laut, terdapat Kara-Kul, juga dikenal sebagai Qarokul, 16 mil (25 km) luas danau di Pegunungan Pamir di Tajikistan, dekat perbatasan Cina. Danau yang sebenarnya terletak dalam 28 mil (45 km) luas lingkaran depresi yang ditabrak batu bintang lebih dari 5 juta tahun lalu, Kara-kul hanya ditemukan baru-baru ini melalui citra satelit.

Manicouagan, Canada

Manicouagan, Canada
Manicouagan, Canada
Manicouagan, Canada
Manicouagan Reservoir (Danau Manicouagan) juga dikenal sebagai “mata dari Quebec”, sekitar 212 juta tahun lalu dengan 5 km lebarnya asteroid yang menghantam bumi meninggalkan lubang raksasa dengan diameter 100 km.

Chicxulub, Mexico

Chicxulub, Mexico
Chicxulub, Mexico
Dikuburkan di bawah Semenanjung Yucatán di Meksiko, di dekat desa Chicxulub (yang berarti “ekor dari setan”), ini adalah kawah kuno dengan dampak yang paling besar dengan diameter 107 km. Tabrakan terjadi kira-kira 65 juta tahun yang lalu ketika sebuah komet atau asteroid seukuran sebuah kota kecil menghantam (setara dengan 100 teraton TNT) di bumi dan menyebabkan tsunami, gempa bumi dan letusan gunung berapi di seluruh dunia.
Tuhan masih mengasihi umat-Nya walau perusakan di muka bumi ini masih terus terjadi. Bila Tuhan sudah murka, mungkin tabrakan tersebut dapat terjadi pada zaman manusia modern sekarang. Maka sebaiknya kita terus berusaha menjaga kelestarian bumi kita bersama ini.
Check out my thread about this article on KASKUS!